Polda Metro Jaya telah memulangkan sebanyak 101 orang yang sebelumnya diamankan saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Mereka diduga hendak melakukan aksi kerusuhan di kawasan Monas dan sekitar Gedung DPR/MPR.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyampaikan bahwa seluruh orang tersebut telah dipulangkan pada malam hari dengan dijemput oleh keluarga serta didampingi oleh LBH Jakarta.

Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan, termasuk selebaran yang diduga berisi rencana aksi. Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, termasuk dugaan adanya penggerak dan sumber pendanaan.

Sebelumnya, aparat kepolisian telah melakukan langkah antisipasi guna mencegah masuknya kelompok yang berpotensi melakukan tindakan anarkis ke dalam aksi buruh yang berlangsung di Monas dan sekitar DPR/MPR.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan berbagai upaya, mulai dari pendekatan dini, pencegahan, hingga tindakan tegas, guna memastikan aksi berjalan tertib sesuai aturan.

Dalam proses pengamanan, polisi juga menemukan sejumlah barang yang diduga akan digunakan untuk kerusuhan. Di antaranya botol kosong, kain yang berpotensi digunakan sebagai bahan bom molotov, paku beton, ketapel, serta dokumen yang diduga berisi rencana aksi.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan sebelum terjadi tindakan yang dapat mengganggu keamanan. Seluruh pihak yang diamankan juga telah dimintai keterangan sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing.
Catatan Redaksi: Artikel ini diterbitkan oleh BeritaDunia. Setiap pembaruan akan ditampilkan melalui halaman artikel ini.