Naoya Inoue kembali menunjukkan kualitasnya sebagai petinju elite dunia setelah berhasil mempertahankan gelar kelas bantam super atau super bantamweight. Bertarung menghadapi Junto Nakatani di Tokyo Dome, Jepang, Inoue tampil solid sepanjang 12 ronde dan keluar sebagai pemenang lewat keputusan mutlak juri.

Pertandingan ini menjadi salah satu duel terbesar dalam sejarah tinju Jepang. Dua petinju terbaik asal Jepang bertemu dalam laga penuh gengsi, dengan empat sabuk utama dunia dipertaruhkan. Inoue datang sebagai juara tak terbantahkan, sementara Nakatani membawa status sebagai penantang berbahaya yang belum pernah kalah sebelum laga ini.

Sejak ronde awal, Inoue terlihat lebih tenang dalam mengontrol tempo pertandingan. Ia menggunakan kecepatan, footwork, serta akurasi pukulan untuk menjaga jarak dan mengumpulkan poin. Nakatani beberapa kali mencoba menekan, namun Inoue mampu membaca serangan dan membalas dengan kombinasi yang efektif.

Nakatani mulai memberi perlawanan lebih kuat pada ronde-ronde tengah hingga akhir. Ia sempat mencuri momentum lewat serangan kiri dan kombinasi cepat, terutama ketika Inoue mulai mendapat tekanan. Namun pengalaman Inoue terlihat jelas. The Monster tetap mampu menjaga fokus dan kembali mengambil kendali pada ronde-ronde penting.

Setelah 12 ronde berakhir, tiga juri memberikan kemenangan untuk Naoya Inoue dengan skor 116-112, 116-112, dan 115-113. Hasil ini memastikan Inoue tetap menjadi juara dunia WBA, WBC, IBF, dan WBO super bantamweight.

Kemenangan ini juga memperpanjang rekor sempurna Inoue menjadi tetap tak terkalahkan. Sementara bagi Junto Nakatani, hasil ini menjadi kekalahan pertama dalam karier profesionalnya. Meski kalah, Nakatani tetap mendapat banyak pujian karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu petinju terbaik pound-for-pound saat ini.

Dengan hasil tersebut, Naoya Inoue kembali menegaskan dominasinya di kelas super bantamweight. Ia bukan hanya mempertahankan sabuk, tetapi juga membuktikan bahwa pengalaman, ketenangan, dan kecerdasan bertarung masih menjadi senjata utama untuk menaklukkan lawan sekelas Junto Nakatani.
Catatan Redaksi: Artikel ini diterbitkan oleh BeritaDunia. Setiap pembaruan akan ditampilkan melalui halaman artikel ini.