Kegagalan ini sekaligus menambah panjang β€œkutukan semifinal” Bayern Munchen di Liga Champions. Berdasarkan catatan sejarah, mereka belum pernah sukses melakukan comeback setelah kalah pada leg pertama semifinal.

Rekor buruk itu sudah berlangsung lebih dari dua dekade. Beberapa tim besar Eropa pernah menjadi penyebab kandasnya Bayern di momen krusial tersebut.

Pada musim 1999/00, Bayern kalah agregat 2-3 dari Real Madrid. Empat belas tahun kemudian, mereka kembali dipaksa menyerah oleh Los Blancos dengan skor telak 0-5 pada semifinal musim 2013/14.

Kegagalan berulang ini memunculkan pertanyaan besar mengenai mentalitas Bayern saat berada dalam tekanan di fase semifinal. Padahal, secara tradisi dan kualitas skuad, mereka tetap termasuk salah satu klub paling sukses di Eropa.

Sorotan juga mengarah kepada lini pertahanan Bayern yang dinilai kurang konsisten dalam laga-laga besar. Di sisi lain, ketajaman lini depan belum cukup untuk menutup kelemahan tersebut ketika menghadapi lawan dengan kualitas setara.

Bagi para pendukung Bayern Munchen, musim ini kembali menjadi kisah yang menyakitkan. Harapan untuk melihat Harry Kane meraih trofi Liga Champions pertamanya pun harus tertunda setelah mimpi mereka kembali kandas di semifinal.
Catatan Redaksi: Artikel ini diterbitkan oleh BeritaDunia. Setiap pembaruan akan ditampilkan melalui halaman artikel ini.